Bagaimana Hukum Islam Kredit Barang Elektronik? Apakah Diperbolehkan?

Banyak sekali pertanyaan yang datang terkait dengan hukum islam kredit barang elektronik. Di lingkungan masyarakat kredit barang elektornik memang sering bahkan banyak yang melakukannya. Untuk pertanyaan mengenai hukum islam yang mengatur hal ini sebetulnya anda. Hal ini sangat penting dipahami, agar apa yang dilakukan selalu mendapat ridho dari-Nya. Ternyata kredit barang elektronik itu boleh untuk dilakukan. Diperbolehkan, tentu saja ada hal yang mendasarinya. Dasar yang diambil berdasarkan hadist dan Al-Quran sebagai pedoman umat muslim dalam berbagai kegiatan, termasuk jual beli barang elektronik ini. Mungkin sistem ini sudah anda ketahui, bahwa ketika mengkredit maka harga yang didapatkan jatuhnya lebih mahal dari pada membayar kontan.

Agar anda tidak kebingungan berikut alasan yang bisa diberikan mengenai hukum islam kredit barang elektronik. Orang yang menjual atau melakukan kredit diperbolehkan karena memang dalam jangka waktu kredit itu terdapat biaya lain yang mesti dipenuhi. Terlebih lagi bahwa nilai dari uang it uterus berkembang dan tidak sama dengan sekarang. Kalau anda kredit barang elektronik sekarang, maka barang tersebut nantinya akan punya nilai yang lebih tinggi. Nilai yang tidak menentu inilah yang tak masalah jika kredit barang elektronik dilakukan. ruangguru.co.id tidak ada pelarangan akan hal tersebut. Anjuran di dalam Al-Quran ada yang menjalaskan secara langsung mengenai hal tersebut.

Sebagai pedoman, anda bisa membuka Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 282. Di mana di dalam ayat tersebut dijelaskan baha hutang itu diperbelehkan. Maksudnya, bahwa hukum islam kredit barang elektronik boleh dilakukan. Karena kredit itu tidak jauh berbeda dengan yang namanya utang piutang. Selain itu ada pula riwayat yang mengatakan bahwa Rasullulah pernah hutang ketika membeli makanan dan menggadai dengan menggunakan perisai. Bahkan Beliau berhutang kepada kaum Yahudi yang tidak begitu menyukai Islam (HR. Muslim dan Bukhari). Dua dalil yang terlah dijelaskan tadi banyak dipakai oleh ulama untuk mejelaskan mengenai kredit. Jadi bisa disimpulkan kredit secara islam tidak dilarang tetapi diperbilehkan.