Kecap Bango ‘Senjata’ Premium Masakan Kini dan Masa Depan

Kecap merupakan bumbu dapur yang biasanya untuk tambahan atau campuran suatu menu masakan. Tekturnya yang cair semi kental ini berwarna hitam dan umumnya berasa manis merupakan hasil olahan kedelai hitam. Namun ada juga beberapa kecap yang terlalu cair dan berasa asin karena dibuat dari bair kelapa sebagai bahan dasar. Salah satu brand kecap ternama yang sudah mendunia yaitu Bango. Perusahaan bernama PT Anugerah Setia Lestari berdiri tahun 1928 berawal dari industri rumah tangga di kawasan Tangerang. Perusahaan di bawah naungan PT Unilever Indonesia ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang pertumbuhannya naik setiap tahunnya.

Bahan baku pembuatan kecap bango yaitu kedelai hitam dengan kualitas terbaik, gula kelapa, air, dan garam. Tidak hanya sekedar dicampurkan menjadi satu, namun hal pertama yang harus dilakukan adalah fermentasi kedelai hitam agar menghasilkan rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan kecap lain yang melalui proses kimiawi. Kedelai hitam yang dihasilkan PT Unilever bekerjasama dengan UGM Fakultas Teknologi Pertanian bernama Malika.

Perusahaan besar tersebut kini telah melakukan pelatihan serta penyuluhan terintegrasi kepada petani-petani kecil yang tersebar di penjuru Indonesia. Kurang lebih sekitar 10.500 petani kedelai sudah mendapat ilmu pengetahuan yang baik demi suksesnya bekerja di bidang pertanian kedelai hitam. Kedelai hitam (Malika) hasil pertanian para petani tersebut 100 % diserap oleh perusahaan melalui beberapa koperasi untuk kemudian diproduksi menjadi kecap. Bukan kedelai hitam biasa, namun kedelai yang tahan terhadap penyakit dan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Kecap ini dipercaya cocok untuk semua jenis masakan karena akan menambah cita rasa, aroma, lebih nikmat, dan terhindar dari rasa hambar. Beberapa masakan yang umumnya ditambah kecap yaitu nasi goreng, mie goreng, tongseng, semur, dan masakan lainnya.

PT Anugerah Setia Lestari kini menghadirkan kemasan ekonomis kecap seperti botol dan kemasan pouch dengan harga yang beragam. Untuk kemasan botol terdiri dari dua ukuran yaitu 135 mL dan 275 mL dipatok dengan harga Rp 8.550 – Rp 16 ribuan. Bango juga hadir dalam kemasan pouch ukuran 220 mL, 400 mL, 550 mL, 575 mL, 600 mL, dan 1,52 kg dengan harga sekitar Rp 9.000 hingga Rp 45.000. Selain itu bango menghadirkan kecap dengan kemasan sachet dengan harga Rp 2.000an dan botol kaca dengan kisaran harga Rp 32.000 yang bisa anda dapatkan di toko-toko bahan baku dan supermarket terdekat.

PT Anugerah dengan Unilever kini juga mengeluarkan terobosan baru yaitu bumbu dapur instan masakan nusantara yang terdiri dari 4 varian yaitu Soto Betawi (Jakarta), Tongseng (Solo), Opor Ayam (Cepu), dan Nasi Goreng Kambing (Jakarta). Bumbu-bumbu tersebut kini sudah dijual di pasaran dengan kisaran harga Rp 6.000. Terkadang produk bumbu ini juga dijadikan satu dengan kecap bango kemasan pouch menjadi satu paket penjualan. Tentunya menjadi daya tarik masyarakat Indonesia bahkan mancanegara.

Selain itu perusahaan ini juga mengeluarkan produk baru seperti kecap manis pedas gurih dengan campuran cabai rawit merah, cabai hijau, dan bawang merah sehingga cocok dijadikan paduan gorengan anda. Produk selanjutnya yaitu bango light yang merupakan kecap dengan rendah gula tentunya akan menambah sajian semakin lezat dan sehat.

Cita rasa dari produk bumbu masakan ini disesuaikan dengan masakan nusantara sehingga tidak menghilangkan aroma dan rasa otentik dari setiap masakan khas yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bango juga telah merambah ke pasar dunia sehingga Indonesia semakin terkenal dengan adanya produksi bango yang luar biasa.